Cara Cerdas Merawat Payudara

MEMILIKI payudara kendor merupakan momok setiap perempuan. Setidaknya ada dua fase saat perempuan mengalami payudara kendor dan berkurang elastisitasnya. Pertama adalah saat mulai berusia 30 tahun. Jaringan lunak payudara mengalami degenerasi sel. Perempuan yang berpayudara besar akan lebih cepat penurunannya.

Kedua adalah saat kehamilan dan menyusui. Ketika seorang wanita hamil maka payudaranya membengkak. Setelah melahirkan payudara mengecil tapi kulit yang terlanjur bengkak sulit kembali ke posisi semula sehingga payudara terkesan kendor. klik di sini Faktor lain payudara kendor adalah tidak suka memakai BH berkawat, kegemukan, dan penurunan berat badan drastis.

Dr. Sonar Sonny Panigoro Sp.B.Onk, dokter Spesialis Bedah dan Konsuitan Bedah Onkologi RS Pondok lndah mengatakan, dalam istilah medik, payudara disebut g/on dulla mammae.lstilah ini berasal dari bahasa lalin mammae. Payudara berkembang sejak usia 6 minggu kehamilan dan cepat membesar karena pengaruh kadar hormon yang tinggi, yaitu estrogen dan progesteron.

Estrogen akan meningkatkan pertumbuhan duktusduktus dan saluran penampung. Progesteron merangsang pertumbuhan tunas alveoli. Hormon lain seperti prolaktin, growth hormone, adenokortikosteroid dan tiroid juga diperlukan dalam kelenjar susui’ katanya.

Sejati nya payudara tersusun dari jari ngan kelenjar,ja ri ngan ikat dan jaringan lemak. Bila dilihat dari luar, payudara dibagi 3 bagian utama. Yaitu korpus (badan) berupa bagian yang besar, areola, adalah bagian tengah yang berwarna kehitaman dan papilla atau nipple atau puting susu, yang merupakan bagian yang menonjol di puncak payudara.

Sementara struktur payudara terdiri dari tiga bagian.Ketiga bagian itu adalah kulit, sub kutan (jaringan dibawah kulit) dan corpus mammae. Temukan di sini Sedangkan corpus mammae terdiri dari parenkim dan stroma. Parenkim merupakan suatu struktur yang terdiri dari: duktus lactiferus (duktus), duktulus (duktuli), lobus dan alveolus. Sedangkan stroma terdiri dari jaringan ikat, jaringan lemak, pembuluh darah, saraf, dan pembuluh limfa.

Nah, duktus laktiferus ini memiliki 15-25 cabang. Dan setiap duktus bercabang menjadi 20-40 duktuli. Duktuli bercabangcabang menjadi 10-100 alveolus yang berfungsi sebagai satu kesatuan kelenjar. Dari kumpulan kelenjar itulah yang kemudian menghasilkan susu tunggal.

Masing-masing duktus akan membentuk lobus, dan duktulus akan membentuk lobulus. Struktur lobulus dan duktus berpusat ke arah puting susu. Sebelum bermuara pada puting susu, masing-masing duktus melebar membentuk ampulla atau sinus yang akan berfungsi sebagai gudang air susu ibu.

Sinus, duktus dan alveolus dikelilingi oleh mioepitel (otot polos) yang dapat berkontraksi untuk memompa ASl. Alveolus juga dikelilingi pembuluh darah yang memberi zat gizi pada sel kelenjar air susu untuk proses pembentukan atau sintesis ASl.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s